#gambar1 { position:fixed; _position:absolute; top:0px; right:0px; clip:inherit; }

Saturday, April 26, 2008

My sweety....

Titut..titut…
“Huaaaaaaaaaaaaaah, siapa sih pagi-pagi dah sms” gerutuku kesal, mana lagi ponsel-nya, tanganku terus mencari-cari barang kecil itu diatas kasur, tapi tetap gak ada, dibawah bantal juga gak ada, trus…..dimana? gumamku lirih. Disela-sela rasa kantuk yang belum juga finish ku putuskan untuk berangkat mencari monster kecil itu, tapi tak kunjung ku temukan, di kasur gak ada, trus….dimana dia? Ku turunkan kepala ku sedikit menjorok ke kolong tempat tidur ku, astaghfirullah…….ternyata monster kecil kesayanganku itu telah terjun bebas kebawah sana, segera ku ambil monster itu, wow…….sungguh biasa di luar eits….salah luar biasa ada 10 pesan diterima tertera di wajah monster kecil itu, dari siapa aja ya? Gumamku….
Pesannya bervariasi….ada yang iseng lah ngajak kenalan, ada si hamka yang nanya PR bahasa inggrisnya dah selesai belum, tapi….dari 10 pesan ini ada satu pesan yang aku sukai dan ku tunggu-tunggu, yakni pesan dari sweety ku……ni pesannya coba…
“ Met pagi hany…..dah bangun belum? Dah shubuh lho? Katanya gak mau lagi sholat telat….masak hany kalah sama sweety,,,,J, bangun ya hany…..sweety sayang hany…..”
Pesan itu segera ku balas, eits………dah hampir jam 5 ni, aku mo sholat dulu ah…….
* * *
“eh ziz…. Betewe gimana PR bahasa inggrismu tadi, bener semua gak?” Tanya ifan
“ Alhamdulillah…..salah 2” jawabku sambil senyum ke ifan, kalo kamu fan?”
“ Alhamdulillah juga…..aku betul 2 “ jawab ifan sambil terkekeh-kekeh, akhirnya kami berdua tertawa
“cie…cie…cie..cie…yang lagi berbahagia, teriak hamka dari jauh ke ifan dan aziz, kalian ngomongin apa? Kok senang banget keliatannya,, ngomongin si farah kelas sebelah ya?” awas lho…..ancam hamka tiba-tiba
“ yeyy….si hamka, dateng-dateng maen suudzon gitu, kita lagi ngomongin bahasa inggris tadi…. Lagian ngapain ngomongin farah, gak level lagi….kata irfan
“oooooo gitu tho….sory deh bro, maklumlah….kalo kalian ngomongin farah kan gue jadi jealous” ujar hamka malu
“ hu…dasar anak tengil”, ejek aziz sambil memukul bokong hamka
“ kita ke kantin yuk…” ajak irfan kemereka berdua
Ayok……………
Tapi tiba-tiba…..titut…titut…
“Hp butut siapa tu bunyi…”celetuk hamka.
Semuanya…pada ngambilin Hp dari saku celananya,
“Hp-ku yang bunyi….”aku aziz sambil membuka pesan itu
“ dari siapa bro?” Tanya irfan dan hamka serentak
“ dari sweety-ku……” aku aziz polos…..
“ memangnya yang kamu sebut-sebut sweety itu siapa sih ziz?” Tanya irfan
“ udahlah….kalian belum saatnya tau, ntar kalo dah saatnya kalian pasti akan tau juga. Okey…! Kita langsung cabut ke kantin yuk…..
Kami bertiga pun langsung menuju ke kantin, menyantap makanan favorit mereka, soto pedas plus sate telur puyuh, setiap hari kami selalu melewati hari-hari riang walopun sebenarnya masing-masing kami punya tugas yang se-abreg. Contohnya aja, si irfan yang tiap hari sehabis skul dia selalu berkutat pada organisasinya, tak jarang pula dia bolos skul hanya untuk organisasinya, sedangkan hamka “sitengil” julukan kami ke dia, selalu berkutat di taekwondonya…..tapi…kalo aku…berkutat didepan computer doing, coz aku lebih senang berdiam diri di kamar aja, sambil ngotak-ngatik computer, maklum…..aku gak suka berkeliaran kesana kemari kaya’ mereka, lebih baik aku mencari kegiatan positive yang ringan hehehehe….. tapi bukan berarti aku gak suka jalan-jalan lho…. Kalo lagi boring di depan computer aku juga refreshing ke luar, apalagi ….kalo ditemenin ama sweety-ku, hidupku terasa indah………sekali, menyenangkan.
* * *
Bel tanda pelajaran telah usai pun akhirnya bordering.
“ziz….kita berdua cabut duluan ya…coz gue ma ifan mo student center ni” ujar hamka ke aziz
“balik ke bascamp ya…..gak bosen apa tiap hari kesana terus?” Tanya aziz…..
“yah nggak lah…..kita kan da kerjaan disana ziz…..” jangan lupa ntar sore ya… kita kerumah mu okey….” Ujar ifan.
Dadadah….bro,………..
Mereka segera berlalu meninggalkan aziz berjalan sendirian dijalan.
“Fan, gue masih penasaran lho…sama sweety-nya aziz tadi” ungkap hamka
“ yups, sama ka….aku juga penasaran, apalagi…pas aku pinjem Hp-nya untuk minta pulsa, si aziz….terasa berat sekali memberikannya ke aku, trus pake acara ngancem lagi kalo jangan baca sms-sms nya….” Jelas ifan
“OoOoOoOoO…..gitu” hamka melongo
“ trus gini ka….pas aku liat inbox-nya, semuanya….nama sweety………” ungkap ifan lagi
“ gile…….tu anak, kok dia gak pernah curhat ma kita tentang sweety-nya ya?” Tanya hamka
“ tau ah……mungkin belum saatnya kali” cibir ifan
“iya kali…..” ujar hamka sambil mengangguk.
* * *
Kok kedua anak itu belum datang ya….batinku, gak biasanya mereka telat, apalagi si ifan, orang nya disiplin, jangan-jangan terjadi sesuatu yang enggak-enggak ni sama mereka. Tiba-tiba lamunanku buyar ketika wanita paruh baya yang biasa kusapa dengan sebutan bunda mendekatiku.
“aziz……kamu menunggu siapa nak? Dari tadi bunda perhatikan kamu mondar-mandir dan kelihatan cemas di ruang tamu. “ Tanya bunda
“ e……bunda, iya ni nda, aziz lagi nunggu si ifan dan hamka, kata mereka mau datang kerumah kita untuk belajar bareng. Tapi kok sampai sekarang belum sampai-sampai…jelas ku dengan nada cemas.
“ di tunggu aja…paling bentar lagi mereka datang” ujar bunda menyemangati
Aku hanya mengangguk tanda setuju dengan nasihat bunda
e….selang berapa menit, hidung kedua makhluk aneh itu nongol juga akhirnya
“ assalammu’alaikum bro……” teriak mereka dari luar pagar rumah sambil pasang muka mesam mesem
“ wa’alaikum salam…..ayo masuk” ajak ku
“ kalian kemana aja…..? kok baru sekarang datangnya? Tanya ku ketika kita dah didalam kamarku
“ gara-gara anak ini lho ziz…..kita sampe telat, tadi kita kan ketemu ma farah dijalan, e….hamkanya ngobrolnya gak berhenti, mana aku garing lagi dicuekin “ adu ifan…sambil melemparkan tas ranselnya ketempat tidur
“ yeyy….pakek acara nyalahin gue lagi ni anak, bilang aja iri” protes hamka
“ yeyy….sory ya iri” protes irfan lagi
“udah…udah….jangan tengkar” ujar aziz menengahi
Memangnya kamu jadian ma farah ka?” Tanya aziz serius
“ kok kamu nanya-nya gitu banget bro?” ujar hamka
“ udah ya fan…..?” Tanya aziz ke irfan
“ tau’ tuh hamka….” Cibir irfan
“ sebenernya belum ziz……..aku gak berani bilang ke farah, habis farah orangnya alim banget…….” Ungkap hamka
“ syukurlah…..kalo belum jadian” ujar irfan lega…sambil mengelus dada bidangnya dengan tangannya
“ memangnya kenapa fan?” kamu suka sama farah juga?” Tanya hamka dengan nada jealous
“ bukan itu maksudku….kalo kalian jadian, aku kasihan sama farahnya, ngadepin orang kayak kamu. Banyak maunya hehehehehhee…….
“ hu……dasar. Pluk…..tiba-tiba bantal sudah mendarat ke muka irfan
Biarlah…aku jadi pemuja rahasia farah…..karna aku belum berani mengungkapkan isi hatiku yang sebenarnya ke farah sampai aku benar-benar sanggup dalam segala hal………aku hamka sambil tersenyum menerawang.
Pluk……….tiba-tiba bantal juga mendarat ke wajah hamka yang lagi membayangkan sesuatu sambil tersenyum. Kaget….
“ cukup, cukup ngomongin farahnya, kita selesaikan tugas kita yuk” ajakku
30 menit sudah kami mengerjakan tugas kelompok yang diberikan dosen fisika, mumet, ruwet, ampe mliwet-mliwet, tiba-tiba aku pengen ke kamar kecil.
“ aduh……..” keluhku tiba-tiba sambil memegang perutku yang melilit-lilit
“ ada apa ziz?” Tanya irfan, hamka serempak
“ a..a..aku…ke k..amar kecil dulu yah…” izin ku terbata-bata dan sambil meringis
“ o…..iya..iya… cepetan gih…” perintah hamka
Setelah mendapat izin dari mereka, aku langsung tancap ke kamar kecil di dekat dapur sana. Tinggal hamka dan irfan dikamar mengerjakan tugas mereka
“ Alhamdulillah…..hasilnya cocok, ujar irfan
Kamu dah selesai belum ka? Tanya irfan kemudian sambil merebahkan tubuhnya kekasur tapi tiba-tiba
“ups….ada apaan sih disini” ujar irfan sambil mencari sesuatu tepat dibawah tubuhnya berbaring, dia menemukan monster kecil aziz yang selama ini membuat dia penasaran.
“bentar lagi selesai fan, paling tinggal beberapa menit lagi nih” jawab hamka
“ka…..coba kamu liat apa yang gue pegang..” irfan sambil menunjukkkan barang yang berada di genggaman tangannya
Hamka menoleh kearah irfan dengan wajah datar tanpa berkata apapun
“ ini hp aziz ka…. Kita buka yuk inbox nya” ajak irfan semangat
“oooo……tapi tiba-tiba sssssstttt……….pelan-pelan ngomongnya, ntar si aziz dengar” ujar hamka baru nyambung sambil merangkak naik ke tempat tidur mendekati irfan
Irfan dan Hamka pun membuka inbox di hp aziz, mereka benar-benar penasaran dengan isi di inbox tersebut, dan mereka pun membacanya….. tapi tak lama mereka membacanya tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara langkah kaki yang semakin dekat ke kamar aziz. ….. (bersambung)

GOSIP…..

Namanya gosip bukan hanya milik selebriti saja. Orang biasapun bisa kecipratan. Bedanya, mereka langsung terkenal di seantero pojok pasar dan kantin sekolah/ kuliah. Inilah tips biar kita tenang kalo berhadapan dengan si gosip
1. Berlapang dada
Tampung dulu semua berita dengan kepala dingin
2. Endapkan berita beberapa saat, pikirkan kembali dan inntropeksi diri
3. Hal-hal baik disimpan yang buruk hilangkan dari pikiran ibarat masuk telinga kanan, sering dulu lalu keluar lewat telinga kiri
4. Berusahalah bersifat biasa
Berfikir realities dan jangan terpancing emosi. Manusia sudah meninggal saja sering jadi omongan apalagi yang hidup
5. Menyadari keadaan
Manusia gak bisa hidup sendiri. Setiap perbuatan baik atau buruk akan selalu jadi sorotan orang
6. Berfikir positif
Anggap saja bila sering digosipin, pertanda masih ada perhatian. Kalu dimasabodohkan orang, kan malah kelimpungan
7. Jadikan gosip sebagai barometer tingkah.
Kalau memang tidak baik, kita harus berani jujur mengakui dan berusaha memperbaiki
8. Bila gosip sudah kelewatan atau mengarah fitnah berusahalah menjelaskan. Biasanya ini memperpanjang masalah, lebih baik menjawab “tidak, titik!” bila itu semua tidak benar.
Kembalikanlah semua pada Allah. Biarkan prilaku kita dan waktu yang akan menjawab.

Nah…..tadi uraian-uraian yang harus kita lakukan ketika kita diterpa gosip-gosip.
Yang jelas dalam menghadapinya kita juga harus or extra hati-hati. Singkatnya…..
Jangan panic
Jangan tergesa-gesa
Jangan terlalu mendramatisir
Bersikap tenang dan sabar
Itulah jurus “J3B”
So…….semoga bisa menangkisnya…..
(La – Tansa, 3 april 06)

KONFLIK, STRESS DIMANAGE YUK…….????

Eh temen-temen kalian pada tau gak apa itu konflik dan stress. Jangan-jangan kita dah sering mengalami tapi gak tau kalo itu yang dimaksud. Kacian banget sih loe…..
Ni….tak kasih tau ya, stress tuh setiap situasi yang dimana lingkungan yang kita hadapi melebihi kemampuan kita untuk memberi tanggapan yang itu nanti dapat mengancam kesejahteraan, ketegangan, dll.
Adapun manifestasi stress itu antara lain dari segi
1. Fisiologis, tekanan darah meningkat, sakit kepala, sulit buang air besr dan kencing berlebihan
2. Emosional : perasaan gelisah, tidak sabar, frustasi, tidak dapat berkonsentrasi, tidak aman, mudah tersinggung, kesepian.
3. Prilaku : tidur berlebihan/ kurang. Makan berlebihan/ kurang, bunuh diri dan berkelahi
4. Fisik interpersonal: malas berhubungan akrab dengan orang lain, tidak sabaran, mudah marah dan bersikap kaku.
Nah….tips untuk memanage stress agar gak kebablasan antara lain :
1. Cari cara biar gak stress
2. Istirahat yang cukup ya….
3. Waktu tuh harus dimanage
4. Refreshing kalo lagi jenuh
5. Terbuka sama orang lain
6. Ni yang paling penting positif thingking, maksudnya jangan suka suuzhon
7. Oh ya jangan sampe lupa berserah diri pada Allah, insyaallah Allah akan memberikan yang terbaik buat kita. Tapa ada syaratnya jangan suka berbuat maksiat or segala yang dilarang Allah. Menurut my fried Fudhail bin Iyadh (pede banget sih) “ suplai bantuan Allah tidak berlaku bagi orang yang dikuasai oleh HAWA NAFSU dan mengikuti Syahwatnya” paham kan?????
8. Oh ya ketinggalan jangan lupa sediakan waktu untuk menangis kalau lagi penal insyaallah akan sedikit menenangkan. By the way teman-teman pernah dan bisa nangis gak kalo pas lagi sholat ex. Sholat tahajjud or sholat hajat dll. Tau gak kalo kita sholat bisa nangis ehm….begitu nikmat seakan semua beban rasanya runtuh semua gak tersisah satupun pokoknya plong deh……
Ana coba kasih trik-triknya ya……pertama, persiapkan diri dengan sesiap mungkin untuk meeting en curhat dengan Alah, mulai dari wudhu yang benar, niat yang benar dll. Kedua, pada saat kita berdoa bayangkanlah orang-orang terdekat kita, yang selalu mengharapkan keberhasilan kita, yang selalu dan tak pernah berhenti memberikan motivasi untuk kesuksesan kita.
Jadi intinya mulai sekarang kuatkan AZZAM untuk selalu enjoy tapi pasti, lakukanlah segala sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain tanpa mengharapkan imbalan, insyaallah rasa stress gak bakal nongol lagi.

Sekarang kita membahas konflik ya……btw konflik itu apaan sih?????
Konflik bisa dimaknai sebagai sebuah oposisi or pertentangan pendapat orang-orang, kelompok dengan kelompok or yang lainnya. Atau bisa juga dimaknai sebagai suatu ketidaksetujuan, ketidakharmonisan, dan ketidakkoordinasian.
Temen-temen sekalian dah taukan kalo kita itu diciptakan sebagai makhluk sosial artinya kita tuh gak bisa hidup sendiri harus bermasyarakat. Nah, dalam hidup bermasyarakat tuh gak mungkin kita diem-dieman pasti ada komunikasi dan interaksi toh????. Nah disituasi saling interaksi itulah konflik biasanya muncul.
Disini beberapa penyebab konflik :
Kegagalan komunikasi
Perbedaan pribadi, ini menyebabkan perbedaan cara pandang, cara bersikap, dan prilaku individu terhadap sesuatu.
Struktur organisasi,dll cari sendiri ya….
Nah, yang terpenting gimana agar kita bisa mengelola konflik itu. Tipsnya ni…..
1. Tindakan menghindari/ menarik diri dari situasi yang gak ngarah kesana
2. Kompetisi, mendominasi situasi menang dan kalah
3. Akomodasi, bersifat kooperatif, meratakan perbedaan untuk mempertahankan harmoni yang diciptakan.
4. Kompromis, bersifat cukup kooperatif dan asertif. Tetapi tidak sampai pada tingkat ekstriem. Pemuasan terhadap semua kepentingan secara parsial.
5. Kolaborasi, bersifat kooperatif dan asertif. Berupaya mencapai kepuasaan benar-benar dari semua pihak dengan jalan bekerja melalui perbedaan yang ada.
Lima cara pengelolaan konflik di atas, penerapannya disesuaikan pada sifat dan karakteristik yang menyertai konflik itu sendiri. Salah satu cara bukanlah lebih baik daripada yang lain, namun yang terpenting adalah tepat atau tidaknya pemilihan cara dalam mengelola konlik. Jelas kan ??????
Sobat-sobaku sekalian IMAN dalam hati kita itu ibarat PELITA bila cahayanya meredup berarti kita akan larut dalam gelap dan kehilangan petunjuk dalam menjalani lika-lilku kehidupan. Jadi sangat wajar kalo pelita itu kadang meredup karena memang begitulah tabiatnya. Sabda Rasulullah bahwa iman itu kadang naik kadang turun. Tapi yang paling penting kita harus berupaya sekuat tenaga agar ita tidak redup terus menerus bahkan padam. Nah yang jadi pertanyaan kita gimana yah biar hati tuh tidak meredup. Menurut Ahmad Abi Al-Hawari Ad Damsiki, “ jika engkau merasakan kesesatan dalam hatimu, maka duduklah dengan orang-orang yang berdzikir dan orang-orang zuhud”
Itu artinya dalam bergaul, perbanyaklah temen-temen yang bisa bikin hati kita enak nyaman kalo di ajak ngomong, tenang, dami dan selalu mengingatkan pada kebaikan. Darimanakah kita bisa memperoleh orang-orang seperti itu???? Kata Ibnu Taimiyah “ Hati bisa merasakan apa yang tidak bisa dipandang oleh mata”, hatilah yang akan menuntun kita untuk mencari orang-orang yang sholih yang kita butuhkan. Ibnu Taimiyah menambahkan lagi bahwa seorang yang beriman tidak akan terlalu sulit dan membedakan sesuatu. Karena menurutnya, seseorang tidak mungkin merahasiakan sesuatu dalam dirinya. Karena Allah akan menampakkan rahasia pada lembaran wajahnya dan perkataan lisannya. Subhanallah………
(bye; Renti Yasmar, telah dipresentasikan di asistensi P2kib mei 07)

Wednesday, April 23, 2008

GURU.....

Dunia pendidikan kita benar-benar amburadul! Banyak sekali fenomena menyedihkan terjadi pada pendidikan kita. Mulai dari tingkat kelulusan yang sangat memprihatinkan sampai pada guru yang tidak becus mendidik. Mulai dari kualitas yang rendah sampai pada menajemen pendidikan yang parah. Hasilnya, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Ya. Dunia pendidikan kita berlomba-lomba ke jurang kehancuran!
Ungkapan diatas merupakan synopsis dari buku yang pernah saya beli kurang lebih dua tahun silam. Sekilas mungkin kita faham akan statement diatas, tapi jangan yakin dulu, coba tanyakan kepada diri kita masing-masing, apa kita benar-benar faham akan makna yang tersirat dalam statement tersebut atau hanya sekedar faham saja.
Pendidikan memang sangat menarik untuk dibahas, apalagi jika kita merujuk pendidikan yang ada dinegara kita saat ini. Gak usah jauh-jauh, mungkin di lingkungan kita sendiri contohnya, di SD , SMP, SMA/ Madrasah atau bahkan pendidikan dikeluarga dan masyarakat. Yah…itulah pendidikan, cakupannya sangat luas sekali. Tapi disini, kita gak usah panjang lebar, saya hanya ingin mengungkapkan apa yang menjadi tanggung jawab saya sebagai hamba-Nya dan sebagai calon pendidik tentunya.
Kalau kita melihat dunia pendidikan di sekitar kita memang sangat memilukan. Miris sekali rasanya ketika kita harus melihat teman-teman kita atau bahkan saudara kita, adik kita sendiri tawuran, narkoba, dan sebagainya. Konon, Dalam pendidikan banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian. Ketiga dimensi tersebut harus saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Ketiga hal ini tidak hanya diimplementasikan di pendidikan formal, akan tetapi di pendidikan non formal pun tetap di implementasikan. Siapa bilang pendidikan dikeluarga tidak butuh kurikulum, hanya saja format kurikulumnya yang sedikit berbeda dari pendidikan formal. Tapi kita gak usah berpanjang-panjang lebar membahas itu, paling tidak kita semua tau bahwa dalam pendidikan itu banyak hal yang harus diperhatikan.
Nah....disini saya hanya menekankan pada aspek guru saja. Karena guru merupakan aspek yang sangat penting bagi pendidikan. Guru “Sosok yang digugu dan ditiru”, entah kapan julukan itu di nobatkan, tapi yang jelas sejak saya mengenyam pendidikan di smp saya sudah sering mendengar julukan itu terhadap guru. Julukan yang gampang-gampang susah, karena seorang guru harus memikul tanggung jawab yang berat terhadap anak didiknya. Kenapa? Karena baik buruknya pendidikan tergantung pada guru, bagaimana seorang guru bisa memanifestasikan dan mengaplikasikan sumbangsihnya ke dalam lembaga formal maupun non formal. Kemudian sosok yang selalu ditiru prilakunya oleh anak didiknya. Kalau disekolah, guru bisa memanifestasikan dengan bantuan metode, strategi, media pembelajaran dan sebagainya. Begitu pula dengan guru di rumah.
Di dunia ini sesungguhnya kita semua adalah guru. Karena seorang guru tidak hanya disekolah saja akan tetapi di rumah dan dimasyarakat pula. Selain kita sebagai guru disekolah kita juga tidak harus menafikan bahwa kita juga sebagai guru dirumah dan masyarakat atau sebaliknya. Orang tua sosok guru bagi anak-anaknya, suami sosok guru bagi keluarganya, saya sosok guru bagi adik-adik saya dan orang-orang yang dekat dengan saya, begitu pula dengan teman-teman semua. Minimal kita menjadi sosok guru bagi diri kita sendiri. Menjadi seorang guru adalah tugas yang mulia, selain mendidik keluarga diri sendiri kita juga dapat mendidik anak-anak lainnya yang butuh pendidikan. (Wisma Ana, 23 april 08)

DAS SEIN dan DAS SOLEN

Kita harus maju….
Jangan menyerah…
Kumpulkan guru-guru…
Tuk rancangkan pendidikan bangsa….
Agar bangsa sejahtera segera tercipta…

Kerjakan tugas ini….
Jangan malas…
Kumpulkan di esok hari….
Hingga benar-benar tuntas
Dan kau pun akan puas

Untuk apa ini….
Tak ada gunanya
Kau pun tak faham akan maksudnya
Mikir dong….
Cari uang dengan tenaga…
Bukan pakai seragam atau bahkan pakai pena

Aku bingung….
Aku memang diajarkan akhlak
Tapi…
Apa yang ku dapatkan....
Hanya segudang hinaan dan cacian

Nak…
Hidup ini penuh dengan amanah
Baik-baiklah kau disana
Karena suatu saat
Kau pasti akan bahagia


(Wisma Ana, 23 april 08)

Latihan Untuk Menjadi Konselor

ini merupakan pengalaman saya ketika saya mendapatkan mata kuliah bimbingan konseling. saya dan teman-teman ditugaskan bagaimana latihan untuk menjadi konselor. pengalaman saya bisa teman-teman baca. Saya mempunyai klien yang bernama manda (bukan nama yang sebenarnya). Manda adalah seorang teman dekat saya, Manda yang saya kenal adalah sosok yang ceria. Walaupun dia mempunyai masalah dia selalu berusaha tampil ceria dihadapan kami semua, seakan-akan dia tidak mempunyai masalah. Tetapi, suatu hari saya mendapatkan Manda duduk termenung sendirian, entah kenapa tiba-tiba saya merasakan sesuatu yang beda pada Manda, tidak biasanya seperti ini. Kemudian saya mendekatinya dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk sebenarnya ada apa dengan temanku ini?
Setelah saya mendekatinya dan ngobrol-ngobrol, akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan bahwa temanku ini (klien) sedang mengalami dilemma. Dia takut tidak bisa menjalankan amanah-amanah yang dia pegang sekarang, baik itu dari orang tua (kuliah) maupun dari teman-teman organisasinya.
Saya bisa merasakan bagaimana kecemasan Manda dalam menghadapi persoalan tersebut. Bagaimana kita memanage waktu antara organisasi dan kuliah, bagaimana kita menjalankan semuanya dengan sukses. Itulah sebagian kecemasan dari teman saya. Mungkin untuk lebih konkritnya bisa diperhatikan pada dialog dibawah ini.

(saya) :....saya mendekati teman saya ditaman masjid ” Assalammu’alaikum...”
(Manda) : dengan expressi kaget dia manjawab salam ”Wa’alaikum salam...”
(Saya) : ” sendirian nih? Mana teman-teman yang lain? Tanyaku sambil salaman dengan manda
(Manda) : ”i..iya ...saya sendirian’ jawabnya terbata-bata
(Saya) : “gak kuliah ya?” Tanyaku hati-hati
(Manda) : dia menggeleng kepala

Saya pun mengerti dengan isyaratnya. Geleng kepala berarti tidak

(saya) : “kamu kenapa? Sakit? Atau…??” Kalimatku menggantung
(Manda) : “ saya baik-baik aja kok” jawabnya dengan senyum

Saya tau dia berusaha menutupnya dihadapan saya, dengan menunjukkan senyumnya sebagai tanda dia baik-baik saja.

(saya) : “syukurlah kalo begitu!!!”
“ tapi…saya merasa kamu beda hari ini, biasanya kamu selalu ceria, kenapa?
(Manda) : “saya gak kenapa-napa kok”(jelasnya singkat) saya hanya ingin sendiri aja.”
(saya) : “masak sih…?” Tanya saya dan kemudian saya menatap dia lama hingga akhirnya dia mau menceritakan keluh kesahnya pada saya.
(Manda) : “ sebenarnya saya bingung….apakah saya bisa menjalankan amanah teman-teman? Sekarang saya terpilih menjadi ketua suatu organisasi, padahal sebelumnya saya telah mengundurkan diri di suatu organisasi lain karena saya hanya mau fokus pada satu organisasi dan kuliah saya”.
(Saya) : ”memangnya ada berapa organisasi (lembaga) yang kamu ikuti?”
(Manda) : ” hanya 4 (empat), tapi saya juga memikirkan bagaimana dengan kuliah saya.....itu merupakan amanah dari orang tua. Padahal...saya sekarang telah semester tua.”
(saya) : ”O......begitu”!!!!! sambil tersenyum faham
” Saya dapat memahami rasa cemas anda, namun saya yakin manda bisa memilih yang paling urgent diantara yang urgent”
”Apakah kamu punya keyakinan bisa menjalankan semuanya?”
(Manda) : ”itulah yang menjadi persoalan bagi saya, saya cemas....saya tidak mampu menjalankannya, kasih solusi dong....”
(Saya) : saya tersenyum....:)
Dan sambil meyakininya. ” saya yakin...bahwa manda itu bisa menjalani semuanya....dengan syarat manda harus memperhatikan minimal beberapa hal yang saya sebutkan ini...”
kamu harus bisa memanage waktu dengan sebaik-baiknya
jadikan amanah-amanah tersebut sebagai suatu pembelajaran yang kedepannya sebagai media untuk lebih mendewasakan kamu
jangan jadikan amanah tersebut sebagai beban
senantiasalah berfikir positif dan optimis ( If you thing can, you can)
perhatikanlah kondisi kesehatanmu, karena banyak aktifitas itu harus sehat
banyak-banyak berdoa, agar diberikan Allah kekuatan serta kemudahan dalam segala hal.
(Manda) :“Trimakasih ya….tolong doakan saya …”(pintanya sambil tersenyum…)
(saya) : “iya Insya Allah…saya doakan, saya yakin kamu bisa menjalankannya
Dengan baik dan kamu harus yakin!!!” Sambil menggenggam erat tangannya sebagai motivasi

Dari dialog diatas, saya sebagai konselor ingin melatih empaty saya terhadap klien saya dan kemudian melatih bagaimana meredam kecemasan klien saya terhadap masalah yang di alami klien. Akan tetapi disini yang saya kedepankan adalah bagaimana melatih empati saya sebagai calon konselor.
Dalam mengasah empati, seorang konselor harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh klien. Untuk mencapai tujuan tersebut, latihan empati merupakan latihan terpenting untuk membina kepribadian konselor agar mampu berkomunikasi dengan klien dan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh klien. Konselor harus dapat merasakan apa yang dirasakan, dipikirkan dan dialami klien.
Untuk dapat merasakan apa yang dirasakan, dipikirkan dan dialami klien seorang konselor haruslah berusaha :
Melihat kerangka rujukan dunia-dalam klien (internal frame of reference) atau kehidupan internal klien.
Menempatkan diri kedalam kerangka persepsi internal klien
Merasakan apa yang dirasakan klien
Berfikir bersama klien, bukan berfikir tentang atau klien
Menjadi kaca emosional/ cermin perasaan klien

Bentuk-bentuk latihan empati bagi konselor :
a) Mengkosongkan pikiran : pada latihan ini saya mencoba mengkosongkan pikiran saya dari rasa/sikap egoistik saya, kemudian saya mengamati bahasa tubuh manda (klien saya) dan bahasa verbalnya untuk merasakan kehidupan emosi manda dan berusaha berada di dalam kehidupan klien. Ini bisa dilihat dalam dialog ini “itulah yang menjadi persoalan bagi saya”.
b) Mendengarkan : suatu latihan bagi konselor agar dia sadar akan perasaan dan pemikirannya. Latihan ini saya lakukan bagaimana klien bisa membuat pernyataan yang terbuka dengan jawaban bebas. Tetapi awal-awalnya saya stimulan klien dengan pertanyaan-pertanyaan ringan yang bersifat subyektif hingga akhirnya akhirnya akan terjadi keterbukaan. Contoh :
a. Pertanyaan & pernyataan ringan
(Saya) : ” sendirian nih? Mana teman-teman yang lain? Tanyaku sambil salaman dengan manda
(Manda) : “i..iya ...saya sendirian” jawabnya terbata-bata
(Saya) : “gak kuliah ya?” Tanyaku hati-hati
(Manda) : dia menggeleng kepala

b. Pernyataan lain
(Manda) : “ sebenarnya saya bingung….apakah saya bisa menjalankan amanah teman-teman? Sekarang saya terpilih menjadi ketua suatu organisasi, padahal sebelumnya saya telah mengundurkan diri di suatu organisasi lain karena saya hanya mau fokus pada satu organisasi dan kuliah saya”.

Dari dialog tadi, saya menyimpulkan bahwa untuk menjadi seorang konselor itu tidaklah mudah, tidak hanya sebatas mendengarkan dsb. Akan tetapi kita harus bisa, bagaimana kita memposisikan tidak hanya sebagai pendengar melainkan sebagai penikmat keluh kesahnya sehingga kita dapat menyelami atau merasakan perasaan yang sedang klien alami dan kemudian bagaimana kita memotivasi klien agar dia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.

(Al-hidayah, 7 mei 2007)

Nilai Waktu

Untuk tau nilai 1 tahun, tanyakan pada siswa yang gagal dalam ujian kenaikan
Untuk tau nilai 1 bulan, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi premature
Untuk tau nilai 1 minggu, tanyakan pada editor majalah mingguan
Untuk tau nilai 1 hari, tanyakan pada buruh harian yang punya enam anak untuk diberi makan
Untuk tau nilai 1 menit, tanyakan pada orang yang ketinggalan kereta
Untuk tau nilai 1 detik, tanyakan pada orang yang selamat dari kecelakaan
Untuk tau nilai 1 milidetik, tanyakan pada peraih medali emas olympiade

(Wisma Hasdafi, 17 juli 05)

Tuesday, April 22, 2008

Tiga Tahanan UN, Luluskah Mereka?

Dari 71.324 siswa SLTA dan yang sederajat di Sumsel pada hari pertama yang mengikuti ujian nasional (UN), ada tiga siswa yang berstatus tahanan--diduga tersandung kasus narkoba dan pencurian. Dua siswa berada di Kota Palembang dan satu siswa di Sekayu. Luluskah mereka? Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumsel, Drs H Dwi Priyono, melalui Ketua Tim Komputerisasi Ujian Nasional (UN), Iriyanto, mengatakan, kalau yang bersangkutan nilainya bagus alias memenuhi standar kelulusan UN 5,25 untuk semua mata pelajaran, mereka bisa lulus. Hanya saja, terkait soal moral semua akan dikembalikan ke tempat sekolah yang bersangkutan. ”Nanti, untuk menentukan kelulusan selain nilai UN, juga dari sekolah. Jadi untuk siswa yang tersangkut kasus, sepenuhnya dikembalikan ke sekolah yang bersangkutan,” pungkasnya.