#gambar1 { position:fixed; _position:absolute; top:0px; right:0px; clip:inherit; }

Thursday, July 17, 2008

Kelalaian Jiwa

Ada pergiliran waktu didunia ini yang niscaya: Perjalanan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Yang begitu cepat bak busur panah menembus sendi-sendi kehidupan kita. Dia tak peduli apa dan siapa yang telah dia lewati, dia hanya menjalankan tugas dari sang Amr. Dia juga tak kan berhenti apabila tak diperintahkan berhenti oleh yang menciptakannya. Dia berlalu begitu cepat kawan, bahkan sangat cepat, sehingga sebagian manusia tidak sadar bahwa mereka telah dilewati berapa banyak busur panah itu.

Dipenghujung malam, diri ini pun tersentak oleh kalender yang terpajang indah diatas rak buku. MasyaAllah…….sekarang sudah bulan Rajab, berarti jelang satu bulan lagi bulan Ramadhan. Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar. Mayoritas umat muslim senang mendengar bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Sejenak tercenung dalam nuansa muhasabah: Alhamdulillah…, semoga kita diberi kesempatan agar bisa bertemu dengan bulan yang paling afdhal ini. Tapi apakah perasaan kalian tidak berkecamuk kawan???? Ketika terfikirkan dimana bekas amal ibadah kita diramadhan tahun lalu? Tak bisa dipungkiri, diri ini cemas dan gamang kawan ketika akan menapaki bulan Ramadhan dengan kondisi kekotoran diri. Ya Allah…..dimana bekas ibadahku di tahun kemarin? Sebulan lelahku dalam sholat lail, sebulan dahagaku bersama komunitas umat islam, sebulan parauku melantunkan dan mengkaji ayat-ayat suci Mu. Ya Robb……dimana bekas Ruku’ dan sujudku di ramadhan tahun lalu, sebulan buka dan sahurku memenuhi sunnah nabiMu. Ya Allah…….Manakah tanda-tanda ketaqwaan buah syiamku????

Kini,
Sebentar lagi, Ramadhan kan hadir dalam kelalaian jiwa. Siapkan diri: jasmani dan ruhani untuk menghadapi serta menapaki bulan mulia ini. Tiada berat apalagi keluh kesah, sementara ampunan Allah SWT terbentang luas dihadapan kita.

UntukMu,
jiwa raga kami…
Untuk Mu,
amal ibadah kami….
UntukMu….
Jiwa dan raga kami…
Juga amal ibadah kami

Kami akan siapkan
Jasmani dan ruhani kami…
Dan kami akan persiapkan..
Untuk bulan yang mulia….

Untuk mu…Ramadhan yang didamba
Kami…. sambut kehadiranmu
Untukmu….Ramadhan yang mulia
Kami kan selalu merindumu….
(Irama: Izzis “Palestina tercinta)
Malam yang sunyi, 15 Juli 2008

Sunday, July 13, 2008

10 PERAMPOK

Mendengar kata perampok diatas wuih……rada-rada ngeri euy, but merampok apa nih….? Coba difikir dulu……merampok apa? Tas kalian kah? Monster kecil (Hape) kalian kah? Dompet kah? Or……….hati kalian kah? What ever lah pren……tapi yang satu ini important banget lho di kehidupan kita, jangan sampe lah, yang satu ini terus-terusan dirampok ama perampok itu, bisa rugi kita…….dan bisa berdampak ke dunia serta akhirat. Na’udzubillah….
Btw…..apa sih yang dirampok? Dan siapa yang merampok? Ehm…..sabar dunk…..orang sabar itu dicayang ama Allah, so…..sabar ya…..baca dulu sedikit deskripsi dibawah ini.
Teman-teman tau gak…..apa yang sangat berharga dikehidupan kita? Yang bisa acungkan jari……!!!!!! Ouppss….jadi malu nih, sorry guys kebawa ama suasana dikelas J. Ada pepatah yang mengatakan, “Apa yang terpanjang, tetapi juga yang terpendek; yang tercepat, tetapi juga yang terlambat; kita semua tidak mengindahkannya tetapi kemudian menyesalinya; tidak ada yang dapat dilakukan tanpa dia; dia menelan segala yang kecil dan membangun segala yang besar”. Ada yang tau????? Dialah sang WAKTU. Yups great, karena dialah ukuran keabadian, dialah yang terpendek karena tidak seorangpun yang mempunyai cukup waktu untuk menyelesaikan tugas kehidupannya. Dia terlalu cepat pergi bagi orang-orang yang berbahagia dan begitu lambat bagi orang yang sedang dirundung derita (ouh….kecian L). Waktulah panggung pementasan lakon hidup kita karena dia unsur dasar kehidupan itu. Dia menelan semua yang tidak bermanfaat dan mengkekalkan yang agung dan berguna bagi manusia.
Yah….memang seperti itulah saudara/iku tabiat waktu. Dia akan terus berjalan, tidak akan berhenti sampai sang pencipta waktu menghentikannya. Dia tidak akan pernah menunggu orang-orang yang tidak bergegas. Dia tidak akan pernah kembali dan mengulang yang telah dilewatinya. Dia laksana pedang yang akan melibas siapapun yang tidak mau memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. (sakit euy…..dilibas apalagi dihunus,ehm…..gak mau ah)
Nah…kita kembali ke laptop eits….kembali keperampok tadi. Sekarang udah tau kan…..apa yang dirampok???? Hhhhhhaaa…….belum faham….???? Bodo’ ah, kalo memang belum faham, baca lagi dari awal key…. J
Dialah sang WAKTU pren……
Percaya gak percaya dan sadar atau tidak, didalam hidup kita kurang lebih ada 10 perampok yang sering merampok waktu kita. Itu kurang lebih lho……kalo kurang gak mungkin deh kayaknya tapi kalo lebih….bisa jadi sih, ntar terserah teman-teman deh mau ditambahin berapa, 15 kek, 20 kek, 50 kek atau 100 kek hahahaha…..(Just kidding pren……ketawa kan termasuk riyadloh untuk raut wajah kan J). 10 perampok ini sangat bahaya lho……makanya agar waktu kita jangan sampai dirampok, kita harus memanage-nya sebaik mungkin trus selain itu, kita juga harus tau siapa tuh perampoknya. Coba bayangpun……gimana jadinya kalo kita gak tau ciri-ciri yang bakal ngerampok itu gimana? Kita kan gak bisa extra hati-hati ni…….
Oke ladys and gentleman…..kita langsung aja ya……
Yang pertama : Penundaan…..
Apa…..???? penundaan??? Maksudnya apaan sih….??
Ya…..sadar gak guys, berapa banyak waktu kita tersita gara-gara perampok yang pertama ini???? Ni….coba bayangin, seandainya teman-teman ni punya satu tugas dari kampus, “ntar aja ah…..ngerjainnya kan dikumpulinnya masih seminggu lagi” (kalimat ini ni atau yang sejenisnya yang selalu menghipnotis kebanyakan orang), eee……..besok-besoknya dapet tugas lagi dari mata kuliah lainnya, dapet tugas lagi dari organisasi (yang aktif organisasi), dapet tugas lagi dari masjid, atau kalo gak gitu ada acara dadakan dan itu urgent, atau yang tak bisa diperkirakan “SAKIT” menghampiri dan masih banyak lagi. Semua tugas dikerjakan dengan seadanya dan dalam waktu singkat alias sistim kebut semalam (SKS). Coba seandainya, ketika ada waktu luang itu, tugas langsung dikerjakan atau dicicil, tugas pertama bisa diselesaikan dengan baik, setelah itu mengerjakan tugas yang lainnya dan seterusnya. InsyaAllah…. Hasilnya pun akan maksimal dan waktu kita tidak sia-sia.
Yang kedua : Berlama-lama ditelp…..
Nah…..siapa bilang ini bukan perampok????
Berlama-lama ditelp ini gak Cuma telp-telponan tapi bisa juga sms-an, chatting (bagi yang lewat hp). Bayangpun, dalam waktu sehari telpon-telponan minimal 30 menit, trus belum smsannya…..trus belum chatting nya…. Sekarang bayangin lagi….coba seandainya waktu itu kita pergunakan untuk ngerjain tugas dah dapet ni 5 lembar, atau nyetrika pakaian dah dapet ni beberapa lembar pakaian, trus dipakai buat masak atau nyuci pasti dah dapet beberapa helai pakaian bahkan dah selesai. Sayang kan…..waktunya sia-sia.
Ada asumsi ni, waktu yang efektif untuk menerima telp atau menelpon itu gak lebih dari 15 menit, soalnya napa? Kalo dah lebih 15 menit, pasti bahan omongannya dah ngalor ngidul alias gak urgent-urgent amat gitu, bisa jadi isinya ngeghibahin orang, dan sebagainya……
Trus….kalo diliat dari segi medis, terima telp berlama-lama tu juga kurang baik bagi kesehatan. Apalagi sampe panas ini telepon dan telinganya. Ini sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, terutama otak. Karena apa? Karena, ketika mendekatkan hp/ telp ditelinga kita, gelombang radiasi dari hp itu bisa mempengaruhi telinga dan jaringan otak kita. Gak mau kan…..otak kita di bekukan atau dirusak oleh si nakal radiasi itu???? Waktu kita dah tersita, trus otak juga dirusak. “Na’udzubillah”
Yang ketiga ni…: Televisi dan Internet
“Ehm……masak sih???”
“Yeyy…..gak percaya ente…..”
“Kan televisi bisa jadi bahan informasi jg…..gitu jg ama warnet….”
“Kalo nonton itu mah, ente mang betul, tapi kalo nonton sinetron atau film gimana? Itu termasuk informasi yang baik kah? Kalo keseringan???
“ehm………….?????????????
Percaya gak percaya, televisi ama internet juga termasuk perampok lho……..
Contohnya aja:
Jadwal si andi malem ini, mau buat tugas dari skul dan ngetik draft anggaran rumah tangga buat rapat tahunan yang masih seminggu lagi. Habis maghrib dan aktifitas ibadah, andi pun makan ni, sambil makan si andi pun menonton tivi, biar santai gitu….., pas dibuka tivi ada film spiderman, menontonlah si andi sambil menghabiskan makanannya. 15 menit kemudian…..nasi pun habis, tapi…..filmnya belum habis, nontonpun diteruskan karena sayang sekali kalau nontonnya gak diterusin sampe selesai. Setelah filmnya habis, disambut lagi dengan film atau pertandingan bola ni…..si andipun terus menonton tivi apalagi acaranya adalah acara kesayangannya “BOLA”. Si andi ni ceritanya, termasuk gila bola juga orangnya. Sampe jam 11 an pertandingan bola pun selesai”
Nah……coba hitung berapa jam waktu yang telah dilewati oleh si andi, film spidermannya membutuhkan berapa jam, trus pertandingan bola nya juga berapa jam? Padahal, jadwal andi semula, malem ini mau ngerjain tugas dari kampus dan tugas dari organisasi. Hasilnya, boro-boro selesai tugasnya, dikerjakan aja belum. Setelah nonton, baru andi mengerjakannya hingga akhirnya andi tidur sampai jam 3 lebih, dan akibatnya andi ngantuk ketika di skul. Nah…..gimana dampaknya….???? Coba setelah makan andi langsung mengerjakan tugas trus sholat isya dan mengerjakan lagi, mungkin jam 11 atau jam 12 dah selesai dan bisa tidur sehingga di skul nggak merasa ngantuk bukan……!!!!
Trus internetnya……
Usahakan tentukan target kalau mau kewarnet, misalnya: nanti kalo diwarnet harus cari ini, cari itu, jangan sampai buka yang lain dulu. Karena itu akan membuat kita berlama-lama di warnet. tak terasa 3 jam telah berlalu dan yang ingin kita cari pun belum dapet. Jelas sekali mubazir waktu selain itu, mubazir uang saku juga, kan kasihan ama donatur tetap kita……
Kecuali, kalau itu merupakan termasuk agenda kita, misalnya: dalam rangka refresingnya seharian di warnet atau nonton tivi, itu sih gak papa……(hehehehe)
Yang keempat : Transportasi
“Lho….kok dibilang perampok sih??? Dia kan kebutuhan kita????”
Yups benar, tanpa transportasi artinya kita gak kemana-mana dong. Hal yang satu ini juga perlu kita siasati, gimana ni…..caranya mengatasi biar waktu kita gak tersita hanya gara-gara transportasi. Transportasi itu macem-macem, ada pesawat, kereta, bis, motor, sepeda bahkan jalan kaki. Bayangpun, seandainya kita mau berpergian naek bis, untuk menunggu bis itu hadir didepan kita dan langsung melaju itu berapa lama, trus selama perjalanan berapa lama, didalam perjalanan pun aktifitas kita hanya bengong, melihat ke kiri dan kekanan bahkan tertidur. Sayang sekali bukan waktunya sia-sia, padahal kan dalam perjalanan atau menanti bis bisa dilakukan membaca, memikirkan langkah-langkah kedepan, menulis, berdzikir dsb. Banyak hal positif dan menghasilkan dapat dilakukan selama perjalanan, dibandingkan hanya bengong yang tidak ada hasilnya. Betul gak…..!!!!!
Perampok yang kelima : Tamu datang tanpa janji
“Tamu adalah raja” istilah itu memang benar, kita harus memuliakan seorang tamu, tidak ada salah dalam bertamu. Akan tetapi, bertamu mempunyai adab. Adab inilah yang harus diperhatikan oleh seorang yang akan bertamu. Salah satu, harus mengetahui kondisi orang yang hendak kita temui dirumahnya, dikos atau dikampus. Untuk mengetahuinya, kita harus memberitahu orang tersebut kalo kita akan bertamu. Hal ini bertujuan, agar kita tidak mengganggu aktifitas orang tersebut. Bisa saja kan, saat kita bertamu dia sedang istirahat, secara otomatis kita telah mengganggu istirahat dia, dan bisa jadi pula dia baru istirahat saat itu setelah 3 hari beraktifitas atau dan lain-lain.
Tamu yang hadir tanpa janji ini termasuk perampok. Karena dengan kehadirannya yang tanpa kita ketahui dan tidak masuk dalam agenda kita akan mengorbankan waktu yang telah kita sediakan untuk mengerjakan hal-hal yang lainnya. Oleh karena itu, kita harus tegas terhadap perampok yang satu ini, kalau memang tamunya tidak ada keperluan yang urgent, kita cukupkan kunjungan, sampaikan dengan kata-kata yang halus. Kalo memang ada keperluan yang sangat penting dan banyak hal yang akan dibicarakan, sampaikan saja, kalo besok bisa hadir kesini lagi.
Yang keenam ni…: Pertemuan/meeting yang tidak jelas agendanya
Nah……kegiatan yang satu ini juga bisa merampok waktu kita. Kira-kira pernah mengalaminya gak? Kita diundang syuro atau rapat, “sangat diharapkan kehadirannya di taman kampus, jam 15.30”. sampai ditempat syuro, yang hadir baru sedikit, ketika dimulai bla…bla…..e…si pemimpin rapat bertanya, kumpul kita mau dikasih topik apa? Ada usulan topik apa yang akan dibahas?
Untuk mencari topik aja udah memakan waktu berapa lama? Belum debat disana sini dan akhirnya adzan maghrib…..
Intinya meeting tadi tidak berbobot, hasilnya hanya 1 topik yang masih belum fix, boro-boro mau dibahas, fix aja belum sampai. Rugi sekali kan waktunya, 2 jam setengah waktu kita sia-sia hanya untuk menunggu dan kumpul yang tidak jelas, coba waktu itu kita gunakan untuk tilawah, hafalan, menulis, masak, dan sebagainya, udah selesai bukan…?
Pelajaran juga buat kita yang sering ngundang, cobalah untuk mencantumkan agenda-agenda rapat saat mengundang yang lainnya. Dan laksanakan agenda tersebut agar waktu tidak terlewati sia-sia.
Yang ke tujuh : Skala prioritas kerja
Dalam kehidupan memang terdapat pilihan-pilihan. Bukankah hidup itu merupakan pilihan? Pilih yang fujur dan taqwa…? itu terserah anda mau memilih jalan yang fujur atau yang taqwa. Begitu pula dengan pekerjaan atau kegiatan, terdapat yang prioritas. Kalau tidak ada prioritas kenapa ada fiqh prioritas. Itu berarti menandakan bahwa hidup ini penuh dengan pilihan. Oleh karena itu, dalam melaksanakan kegiatan kita jangan asal mengerjakan. Kita harus bisa memilah dan memilih mana yang harus didahulukan. Untuk bisa memilihnya, ane lampirkan skala prioritas yang bisa kita jadikan patokan yakni:
1. Penting dan mendesak (ini yang harus didahulukan)
Misalnya: tugas yang harus dikumpulkan 3 hari kemudian, dan itu penting, karena kalau tidak dikumpulkan tidak akan mendapatkan nilai.
2. Ada yang tidak penting tapi mendesak (trus yang ini)
3. Ada yang penting tapi tidak mendesak (trus yang ini)
4. Tidak penting dan tidak mendesak (trus yang ini)
Nah….keempat diatas merupakan urutan prioritas yang bisa kita terapkan ketika memilih kegiatan-kegiatan kita, mana kegiatan yang penting dan mendesak, mana kegiatan yang tidak penting tapi kegiatan itu mendesak, trus mana yang penting tapi waktu pengumpulannya tidak terlalu mendesak, mana kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak.
Trus….yang kedelapan: Fikiran-fikiran yang terlintas
Yang satu ini, juga berbahaya. Maksud dari fikiran-fikiran yang terlintas adalah sesuatu yang awalnya tidak kita fikirkan (tidak diagendakan), kemudian secara tiba-tiba terbesit difikiran kita. Contoh sepele aja: misalnya si A hari ini mau kepasar, targetnya kepasar harus dapet baju batik satu, dan sepatu pantouvel satu, e……berhubung dipasar ni rame sekali godaannya, dia tertarik sesuatu barang yang bertengger di salah satu mall, barang itu yakni jaket, pas dilihat harganya murah lagi, alhasil si A pun tanpa fakir panjang langsung membelinya. lagian harganya lagi murah, so kapan lagi kan….? Jarak 3 meter berjalan, si A melihat mainan kunci naruto, si A pun tertarik dan lagi-lagi dia membelinya. si A pun melirik arlojinya, e…..ternyata udah jam 2 siang, gak terasa dia belum sholat dzuhur. Dan setelah sampai di rumah, si A juga kaget, karena uang didompetnya tinggal sekian, dan akhirnya pengeluarannya pun membengkak. Tuh kan……..akibatnya, udah rugi di waktu, rugi di uang lagi.

The next…….Sembilan: Tidak bisa menyatakan tidak
Istilah perampok ini biasanya sulit untuk mengatakan tidak, atau Ra Pena’an (Jawa). Untuk mengatasi perampok yang satu ini sebenarnya hampir sama dengan perampok yang kelima, harus ada penegasan. Misalnya: kita diajak teman kesuatu tempat, rekreasi, kepasar dsb. Padahal waktu itu kita juga punya kegiatan yang telah kita agendakan, kalau kita tidak bisa ikut, kita harus tegas mengatakannya tidak bisa. Akan tetapi, penyampaiannya juga harus dengan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti perasaan orang.
The last……..Sifat kehidupan yang tidak baik atau yang kurang baik
Salah satunya tidur setelah subuh. Memang sih…….tidur setelah subuh itu enak (hehehehe pengalaman ni) tapi jujur pren…..pas bangunnya gak enak banget, kepala pusing, badan bawaannya lemez bukannya seger, trus siangnya ntar ngantuk lagi.(Capcay deuh….). Coba waktu yang dipake buat tidur itu digunakan untuk riyadhoh, hafalan, menyetrika, memasak, mencuci, pasti semuanya beres. Kekuliah gak terburu-buru untuk menyetrika pakaian yang belum distrika. Sebelum kuliah bisa sarapan dengan tenang, Enak kan……!!!! Tau gak, kenapa orang jepang itu pagi-pagi dah beraktifitas? Karena menurut mereka kalo cepet kerja cepet dapet uang. Kalo cepet buka toko, cepet dapet pembeli. Orang jepang itu landasannya bukan agama, tapi uang “Time is money”. Bukannya ada hadits yang mengatakan kalo tidur sehabis subuh itu tidak bagus. Saya kira teman-teman lebih faham dan hafal dari ane.

Akhirnya selesai juga deh ane jabarin sepuluh perampoknya. Gak penasaran lagi kan……..?????
Intinya ni…… waktu kita harus dimanage, tiap hari kita harus merencanakan agenda kita dengan mateng (jangan sampai mentah atau gosong lho J). Jangan sampai waktu dan hari-hari kita terlewati dengan sia-sia atau tidak bermanfaat sama sekali. Mulai saat ini, kita harus bisa mengubah culture sebelumnya ke culture yang lebih baik, step by step tentunya. Karena kalau sampai sekarang kita tak berusaha untuk mengubahnya maka suatu saat kita pasti akan menyesalinya sedangkan waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Ada pepatah yang mengatakan “ kalau kita gagal dalam merencanakan berarti kita sedang atau telah merencanakan kegagalan kita sendiri untuk sekarang dan masa depan” so…..semoga kita tidak termasuk dalam golongan yang sedang atau telah merencanakan kegagalan ya…..Amin ya Robb………

“Wisma Ana, 11 Juli 2008”
Syukron jazilan buat Mr ku yang baik atas inspirasinya, kunantikan selalu ilmumu mengalir kepadaku.